Sejarah Berdirinya Partai Bharatiya Janata Party

BJP (Bharatiya Janata Party) kini menjadi partai besar yang berhasil memperoleh kedudukan berkat pemilu tahun 2019 lalu. BJP sendiri didirikan sejak tahun 1951 yang merupakan politik sayap yang pro kepada hindu yang awalnya diberi nama Bharatiya Jana Sangh (BJS) . BJS sedari awal, menginginkan India untuk dibangun berdasarkan ajaran agama hindu dan menginginkan India untuk menjadi negara kesatuan yang kuat.

Pada tahun 1967, Bharatiya Jana Sangh berhasil mendapatkan tanggapan positif dari wilayah India yang menggunakan bahasa hindi di India utara. Lalu selang 10 tahun kemudian, partai yang dipimpin oleh Atal Bihari Vajpayee tersebut, bergabung dengan kongbet.net atau berkoalisi dengan tiga partai politik lainnya untuk membentuk partai politik bernama Partai Janata dan mereka berhasil mengambil alih tampuk pemerintahan. BJP sendiri secara resmi didirikan pada 1980, setelah perpecahan internal pada tubuh koalisi partai Bharatiya Janata party terjadi dan secara terang-terangan meminta BJP untuk tidak ikut berpartisipasi dalam RRS karena BJP dianggap sebagai partai politik agama ekstrem apalagi, dengan adanya kejadian pembunuhan mahatma Gandhi yang dilakukan oleh salah seorang anggota BJP. BJS kemudian mereorganisasi dirinya sebagai BJP di bawah kepemimpinan Vajpayee, Lal Krishan Advani, serta Murali Manohar Joshi
BJP menggunakan ideologi hindutva (“Hindu-ness”), yakni sebuah ideologi yang berusaha mendefinisikan budaya India dalam hal nilai-nilai Hindu, dan partai tersebut sangat kritis terhadap kebijakan sekuler dan praktik-praktik Kongres Nasional India (Partai Kongres). BJP mulai meraih keberhasilan politik pada pemilu tahun 1989, dengan memanfaatkan ketidaksukaan kelompok masyarakat India terhadap masyarakat muslim. BJP menyerukan tentang pembangunan kuil Hindu di sebuah daerah di Ayodhya yang dianggap suci oleh umat Hindu tetapi pada waktu itu ditempati oleh Masjid Babri (Masjid Babur), sehingga bJP mampu memperoleh kekuatan politiknya.

Pada 1991, BJP kembali meningkatkan daya tarik politiknya dengan merebut 117 kursi di Lok Sabha. BJP juga melakukan Pembongkaran Masjid Babri pada bulan Desember, 1992 oleh organisasi-organisasi yang dianggap terkait dengan BJP. Kejadian tersebut tentu menyebabkan reaksi besar terhadap partai BJP. Kehancuran masjid akhirnya membawa malapetaka dengan menewaskan lebih dari 1000 orang karena kekerasan yang terjadi di antara pemeluk kedua agama tersebut. Partai BJP sendiri sering dianggap sebagai partai yang skeptisisme dan banyak pihak berspekulasi bahwa partai BJP berkomitmen untuk melakukan sekularisme di India. Untuk mengurangi rasa takut di kalangan publik, mengurasi tanggapan negatif, mengembalikan kepercayaan masyarakat pada partai, dan untuk memperluas basisnya politiknya, para pemimpin BJP akhirnya melakukan serangkaian rath yatra atau pawai politik, dimana dewa Hindu Rama secara simbolis akan dipanggil sebagai simbol kebangkitan budaya. Cara tersebut digunakan oleh BJP untuk kembali meraih hati dan kepercayaan masyarakat India.

Naik Turun Kemenangan Partai Bharatiya Janata Party
Berita Blog Informasi

Naik Turun Kemenangan Partai Bharatiya Janata Party

Naik Turun Kemenangan Partai Bharatiya Janata Party – Partai politik BJP sejak awal kemunculannya cukup mengundang polemik di kalangan masyarakat India. Lewat gaya politik agamanya, BJP turut andil dalam kejadian kekerasan yang terjadi antara masyarakat hindu dengan islam pada kala itu. Meski sempat menimbulkan polemik dalam pemilihan umum yang diselenggarakan pada tahun 1996 di India, BJP justru muncul sebagai partai tunggal terbesar di Lok Sabha dan diundang secara langsung oleh presiden India untuk bersama-sama membentuk pemerintahan.

Pada tahun 1998, BJP dan sekutunya mampu membentuk pemerintahan mayoritas dengan Vajpayee sebagai perdana menteri. Pada bulan Mei tahun 1998, vajpayee secara berani melakukan uji coba senjata nuklir. Hal tersebut tentu mengundang kecaman dari dunia internasional. Setelah 13 bulan menjabat, mitra koalisi dari All India Dravidian Progressive Federation secara berani mengambil keputusan untuk menarik dukungannya, dan Vajpayee diminta untuk melakukan mosi kepercayaan di Lok Sabha, yang hasil nya menunjukan bahwa ia kalah dengan selisih satu suara.

BJP kembali memperebutkan pemilihan parlemen pada tahun 1999 sebagai penyelenggara Aliansi Demokrasi Nasional (NDA), yakni sebuah koalisi lebih dari 20 partai nasional dan regional. Aliansi ini kemudian mampu mengamankan posisi BJP di pemerintahan, dengan BJP memenangkan 182 dari 294 kursi koalisi. Vajpayee, sebagai pemimpin partai terbesar dalam aliansi kala itu, kembali terpilih sebagai perdana menteri. Meskipun Vajpayee berusaha untuk menyelesaikan konflik lama antara India dengan Pakistan atas wilayah Kashmir dan menjadikan India pemimpin dunia dalam teknologi informasi. Namun, pada tahun 2004, koalisi tersebut kehilangan posisi mayoritas dalam pemilihan parlemen. Dan karena itu Vajpayee mengundurkan diri dari kantor. Karena kekalahan tersebut akhirnya Bagian kursi partai di Lok Sabha dikurangi dari 137 menjadi 116 dalam pemilihan parlemen yang digelar pada 2009, karena koalisi UPA lah yang kembali menangi pemilu India.

Itulah fase naik turunnya partai BJP sampai tahun 2009. Namun, tak bisa dipungkiri meski pada masa itu partai politik BJP mengalami kekalahan dan kehilangan banyak kursi di parlemen, mereka masih memiliki pengaruh besar di India. Kini partai tersebut tumbuh menjadi partai yang semakin besar. Peran sertanya selama di pemerintahan India, cukup menarik perhatian masyarakat India. Mereka meyakini untuk menjadikan India sebagai negara yang tak takut akan negara lain, dan menunjukan kekuatannya. Sejak dari awal, mereka membawa isu polemik dengan Pakistan menjadi fokus utama.

Hubungan India dan Pakistan sendiri memang terkenal mudah memanas sejak dulu dan hal tersebut menjadi senjata yang dapat menarik masyarakat India untuk memberi dukungan kepada partai dengan ideologi hindutva (“Hindu-ness”) tersebut. meski sering menuai polemik, nyatanya partai BJP menjadi salah satu partai besar di India.