Kebangkitan Partai Bharatya Janata Party

Kebangkitan Partai Bharatya Janata Party

Kebangkitan Partai Bharatya Janata Party – BJP menjadi salah satu partai terbesar di India. Meski begitu, mereka sempat mengalami kekalahan telak pada tahun 2009. Tapi kondisi tersebut berbalik ketika pemilihan Lok Sabha pada tahun 2014. Kondisi partai tersebut semakin meningkat ketika masyarakat India mulai tidak puas dengan adanya aturan Partai Kongres. Melihat hal tersebut, BJP mengutus Narendra Modi, yang saat itu menjabat sebagai menteri kepala pemerintahan negara bagian Gujarat, untuk memimpin kampanye partai BJP, sekaligus menjadikannya sebagai calon perdana menteri India. Proses pemungutan suara melalui berbagai tahapan yang dimulai pada bulan, April dan Mei.

Pemilihan umum tersebut berhasil membawa BJP meraih kemenangan luar biasa. Partai tersebut berhasil memenangkan 282 kursi secara langsung, ditambah kursi yang diperoleh oleh NDA sebagai partai koalisi berhasil mendapat 54 kursi. Tidak lama setelah hasil pemilihan diumumkan, Modi diangkat sebagai kepala anggota partai di parlemen, dan ia mulai membentuk pemerintahan yang tidak hanya mencakup pejabat senior BJP tetapi juga beberapa pemimpin dari partai yang bersekutu dengan koalisi. Pelantikan Modi sebagai perdana menteri di adakan pada tanggal 26 Mei 2014.

Selama kemenangannya dalam pemilu, BJP membuat aturan dan kebijakan yang berkaitan dengan ekonomi sekaligus untuk mempromosikan hindutva. Ia bahkan membuat kebijakan mengenai peredaran “black money” yang menimbulkan kerugian negara. bahkan di bawah kepemimpinan Modi, ia berhasil mengembalikan 99% uang tersebut untuk dikembalikan ke peredaran.

Kebangkitan Partai Bharatya Janata Party

Dengan kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh Modi tersebut telah berhasil memperluas basis pajak penghasilan melalui peningkatan aktivitas bank dan merangsang penggunaan transaksi tunai. Pada 2017 Pajak Barang dan Jasa mulai diperkenalkan, Modi juga mampu mereformasi pengumpulan pajak konsumsi secara nasional.

Bjpdelhi – BJP sendiri sedang disibukan dengan banding mengenai gagasan hindutva melalui langkah-langkah seperti melarang penjualan sapi untuk disembelih. Namun, langkah tersebut tidak disetujui oleh Mahkamah Agung.

Pada akhir 2018, Bharatiya Janata Party mengalami kekalahan pemilu yang cukup besar. Pada saat itu, lima negara bagian mengadakan pemilihan umum yang diselenggarakan pada bulan November dan Desember, dan Barathiya Janata Party kalah di semua lima negara, termasuk kubu Madhya Pradesh, Rajasthan, dan Chhattisgarh. Hal tersebut dikarenakan, naiknya biaya hidup, serta semakin tingginya angka pengangguran. Modi juga tak mampu untuk memenuhi seluruh janjinya seperti, janji pertumbuhan ekonomi yang tak berhasil ia wujudkan.

Namun, ketegangan India dan Pakistan yang kembali terjadi justru mampu membuat Bharathiya Janata Party dan Modi berhasil duduk kembali di pemerintahan. Bahkan, ketika pemilihan untuk Lok Sabha semakin dekat, Bharatiya Janata Party mendominasi perhatian media. Partai ini akhirnya kembali berkuasa dalam kemenangan besar pada musim semi 2019 dan memperluas perwakilannya di badan legislatif India.

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email